IBU
dari jauh kulafadz salam dan do’a
teruntuk bundaku tercinta…
teruntuk bundaku tercinta…
musim kemarau menyapa, dedaun gugur bersama ranting
dan semua mata air pun mengering namun air matamu bunda mengalir deras tika mengantarkan langkahku meninggalkan ujung desa
Bunda….
dengarlah rintihan hati anakmu diseberang
dengarlah rintihan hati anakmu diseberang
tiada lagi ada yang peduli aku terjatuh terbawa gelombang
kisah asmaraku yang lalu lukanya membekas terasa melumpuhkan segenap asa harapanku
Bunda….
hanya cahaya kasihmu yang kunantikan
hanya cahaya kasihmu yang kunantikan
Bila nanti kuhadir kembali disisimu…
sambutlah aku dengan senyum iba rasa bersama kasih terindah dipintu hatimu
Bunda….
kini anakmu telah menemukan kekasih belahan jiwa
kini anakmu telah menemukan kekasih belahan jiwa
dan telahpun jua kutuang kedalam cangkir kemesraan bersama dirinya
kutak mau lagi mengulang cerita pahit empedu
maka tulus dengan sangat kumohon kepadamu berikan aku angguk dan do’a restumu
Bunda…..
Berikan daku jawaban dan harapan
Berikan daku jawaban dan harapan
agar kutak lagi lari, sembunyi diantara puing_puing asmara rapuh yang nyaris menimpa asa panjang, menghalang datangnya indahnya masa depan.




0 komentar:
Posting Komentar